Categories
Published

SATWA DILINDUNGI DI WANA WISATA GUNUNG PUNTANG BANDUNG

PENULIS :

  • Adi Firmansyah
  •  Tiara Rahmawati
  • Wahyuni Hardiyanti
  • Sekar Proboningrum
  • Widya Yulastri
  •  Aufan Asidqi
  • M. Hasbi Ash S.

Ketebalan : 50 Halaman

Ukuran Buku : A5 (21 cm x 14,8 cm ) Harga : Rp. 100.000

ISBN : Dalam Proses

Kawasan Wana Wisata Gunung Puntang terdapat dalam wilayah pengelolaan Perum Perhutani Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Banjaran, dengan luas area pengelolaan seluas 22,61. Hasil pemantauan keanekaragaman hayati tahun 2023 di kawasan Gunung Puntang ditemukan 29 jenis sebanyak 190 individu kupu-kupu dari lima famili yaitu Pieridae (5 jenis), Papilionidae (6 jenis), Nymphalidae (13 jenis), Lycaenidae (4 jenis), dan Hesperiidae (1 jenis). Kupu-kupu dengan jumlah individu terbanyak yaitu 14 individu. Jenis satwa yang dilindungi di Wana Wisata Gunung Puntang terdapat 3 jenis yaitu kupu-kupu Raja Helena (Troides helena), burung Elang Ular Bido (Spilornis cheela) dan Burung Alap-Alap Sapi (Falco moluccensis). Ketiga satwa ini termasuk ke dalam daftar satwa yang dilindungi secara Nasional berdasarkan Permen LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 dan secara internasional melalui instrumen CITES. T. helena hampir dapat ditemui di semua ketinggian tempat terutama di ketinggian 200-1.500 m pada berbagai tipe habitat hutan bahkan kadangkadang terlihat di pedesaan dan taman kota. Kupu-kupu ini sering terlihat hinggap lebih lama pada bunga tumbuhan(Nakanishi 2004). Pada umumnya kelimpahan kupukupu betina diketahui lebih banyak dibandingkan dengan kupu-kupu jantan(Corbet 1992). Aktivitas terbang dari kupu-kupu ini sangat tinggi seperti T. amphyrsus dan terkandang juga terlihat sering turun ke cabang-cabang pohon dan semaksemak yang lebih rendah(Butterfly Corner 2015). Kupu-kupu ini tersebar luas, namun lebih menyukai kawasan hutan(Kunte 2006). Walaupun keberadaan populasi alaminya belum mengkhawatirkan dengan status belum terancam punah (Least concerned), namun karena permintaan spesimennya yang tinggi, menyebabkan spesies ini dikategorikan dalam apendiks II CITES yang dilarang untuk diperdagangkan(IUCN 2021). Elang-ular bido dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Crested serpent-eagle. Berdasarkan klasifikasi, Elang-ular bido termasuk Filum: Chordata, Kelas: Aves, Ordo: Falconiformes, Famili: Accipitridae, Subfamili: Circaetinae, Genus: Spilornis, Spesies: Spilornis cheela Latham, 1790 (Lerner, 2005). Elang-ular bido memiliki ukuran tubuh dengan panjang 50–74 cm, rentang sayap 109-169 cm dan berat tubuh 420–1800 gram. Tubuhnya berwarna gelap. Individu dewasa pada bagian atas berwarna cokelat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah berwarna cokelat. Perut, sisi tubuh dan lambungnya berbintik-bintik putih, terdapat garis abu-abu lebar di tengah garis-garis hitam pada ekor. Ciri khasnya adalah kulit kuning tanpa bulu di antara mata dan paruh. Saat terbang terlihat garis putih lebar pada ekor dan garis putih pada pinggir belakang sayap. Individu remaja mirip dengan dewasa, tetapi lebih cokelat dan lebih banyak warna putih pada bulu. Iris mata berwarna kuning, paruh cokelat abu-abu, kaki berwarna kuning. (Prawiradilaga dkk., 2003). Tubuh Alap-alap Sapi berukuran kecil, panjang tubuhnya sekitar 30 cm. Sedikit lebih besar dibanding tubuh Alap-alap Macan. Ciri-ciri burung jantan yaitu tubuh bagian atas berwarna coklat gelap. Mahkota dan tubuh bagian atas memiliki warna kekuningan, bergaris dan bintik hitam tebal. Tubuh bagian bawah kuning suram dengan coretan hitam tebal. Bulu ekor berwarna abu-abu kebiruan, ujung ekor putih dengan garis hitam lebar di sub-terminal. Ciri-ciri burung betina yaitu ukuran tubuh lebih besar dibanding jantan. Iris berwarna coklat, paruh abu-abu kebiruan, ujung hitam, sera kuning. Habitat burung Alap-alap sapi ada di daerah terbuka atau perkotaan dengan pepohonan, kebun-kebun, daerah perkotaan. Ditemukan hinga ketinggian 2.200 m dpl, secara kebetulan pernah tercatat di ketinggian 2.800 m dpl.

Categories
Published

SATWA DILINDUNGI DI WANA WISATA GUNUNG PUNTANG BANDUNG

PENULIS :

  • Adi Firmansyah
  • Tiara Rahmawati
  • Wahyuni Hardiyanti
  • Sekar Proboningrum
  • Widya Yulastri
  •  Aufan Asidqi
  • M. Hasbi Ash S.

Ketebalan : 50 Halaman

Ukuran Buku : A5 (21 cm x 14,8 cm ) Harga : Rp. 100.000

ISBN : Dalam Proses

Kawasan Wana Wisata Gunung Puntang terdapat dalam wilayah pengelolaan Perum Perhutani Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Banjaran, dengan luas area pengelolaan seluas 22,61. Hasil pemantauan keanekaragaman hayati tahun 2023 di kawasan Gunung Puntang ditemukan 29 jenis sebanyak 190 individu kupu-kupu dari lima famili yaitu Pieridae (5 jenis), Papilionidae (6 jenis), Nymphalidae (13 jenis), Lycaenidae (4 jenis), dan Hesperiidae (1 jenis). Kupu-kupu dengan jumlah individu terbanyak yaitu 14 individu. Jenis satwa yang dilindungi di Wana Wisata Gunung Puntang terdapat 3 jenis yaitu kupu-kupu Raja Helena (Troides helena), burung Elang Ular Bido (Spilornis cheela) dan Burung Alap-Alap Sapi (Falco moluccensis). Ketiga satwa ini termasuk ke dalam daftar satwa yang dilindungi secara Nasional berdasarkan Permen LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 dan secara internasional melalui instrumen CITES. T. helena hampir dapat ditemui di semua ketinggian tempat terutama di ketinggian 200-1.500 m pada berbagai tipe habitat hutan bahkan kadangkadang terlihat di pedesaan dan taman kota. Kupu-kupu ini sering terlihat hinggap lebih lama pada bunga tumbuhan(Nakanishi 2004). Pada umumnya kelimpahan kupukupu betina diketahui lebih banyak dibandingkan dengan kupu-kupu jantan(Corbet 1992). Aktivitas terbang dari kupu-kupu ini sangat tinggi seperti T. amphyrsus dan terkandang juga terlihat sering turun ke cabang-cabang pohon dan semaksemak yang lebih rendah(Butterfly Corner 2015). Kupu-kupu ini tersebar luas, namun lebih menyukai kawasan hutan(Kunte 2006). Walaupun keberadaan populasi alaminya belum mengkhawatirkan dengan status belum terancam punah (Least concerned), namun karena permintaan spesimennya yang tinggi, menyebabkan spesies ini dikategorikan dalam apendiks II CITES yang dilarang untuk diperdagangkan(IUCN 2021). Elang-ular bido dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Crested serpent-eagle. Berdasarkan klasifikasi, Elang-ular bido termasuk Filum: Chordata, Kelas: Aves, Ordo: Falconiformes, Famili: Accipitridae, Subfamili: Circaetinae, Genus: Spilornis, Spesies: Spilornis cheela Latham, 1790 (Lerner, 2005). Elang-ular bido memiliki ukuran tubuh dengan panjang 50–74 cm, rentang sayap 109-169 cm dan berat tubuh 420–1800 gram. Tubuhnya berwarna gelap. Individu dewasa pada bagian atas berwarna cokelat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah berwarna cokelat. Perut, sisi tubuh dan lambungnya berbintik-bintik putih, terdapat garis abu-abu lebar di tengah garis-garis hitam pada ekor. Ciri khasnya adalah kulit kuning tanpa bulu di antara mata dan paruh. Saat terbang terlihat garis putih lebar pada ekor dan garis putih pada pinggir belakang sayap. Individu remaja mirip dengan dewasa, tetapi lebih cokelat dan lebih banyak warna putih pada bulu. Iris mata berwarna kuning, paruh cokelat abu-abu, kaki berwarna kuning. (Prawiradilaga dkk., 2003). Tubuh Alap-alap Sapi berukuran kecil, panjang tubuhnya sekitar 30 cm. Sedikit lebih besar dibanding tubuh Alap-alap Macan. Ciri-ciri burung jantan yaitu tubuh bagian atas berwarna coklat gelap. Mahkota dan tubuh bagian atas memiliki warna kekuningan, bergaris dan bintik hitam tebal. Tubuh bagian bawah kuning suram dengan coretan hitam tebal. Bulu ekor berwarna abu-abu kebiruan, ujung ekor putih dengan garis hitam lebar di sub-terminal. Ciri-ciri burung betina yaitu ukuran tubuh lebih besar dibanding jantan. Iris berwarna coklat, paruh abu-abu kebiruan, ujung hitam, sera kuning. Habitat burung Alap-alap sapi ada di daerah terbuka atau perkotaan dengan pepohonan, kebun-kebun, daerah perkotaan. Ditemukan hinga ketinggian 2.200 m dpl, secara kebetulan pernah tercatat di ketinggian 2.800 m dpl.

Categories
Published

PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA

PENULIS :

  • Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP, M.Si,
  • Dr. Beginer Subhan, S.Pi, M.Si,
  • Dr. Ujang Suwarna, S.Hut, M.Sc, F.Trop,
  • Dr. Handian Purnawangsa, S.Hut, M.Si,
  • Dr. Yusalina, M.Si,
  • Rici Tri Harpin Pranata, S.Kpm, M.Si,
  • Rudi Jamil, Koswara, S.E,
  • M. Khasanul Khuluq, S.Pt,
  • Salsabil Nisa Nurindra Putri

Ketebalan : 49 Halaman

Ukuran Buku : A5 (21 cm x 14,8 cm ) Harga 80.000

ISBN : Dalam Proses

Pembinaan kesadaran bela negara bagi mahasiswa baru sebagai upaya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara kepada mahasiswa baru demi terwujud sikap dan perilaku bela negara kepada mahasiswa yang mendukung sistem pertahanan negara dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Categories
Published

SATWA DILINDUNGI DI WANA WISATA GUNUNG PUNTANG

PENULIS :

  • Adi Firmansyah
  •   Tiara Rahmawati
  • Wahyuni Hardiyanti
  • Sekar Proboningrum
  • Widya Yulastri
  •  Aufan Asidqi
  • M. Hasbi Ash S.

Ketebalan : 61 Halaman

Ukuran Buku : A5 (21 cm x 14,8 cm ) Harga : Rp. 100.000

ISBN : Dalam Proses

Kawasan Wana Wisata Gunung Puntang terdapat dalam wilayah pengelolaan Perum Perhutani Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Banjaran, dengan luas area pengelolaan seluas 22,61. Hasil pemantauan keanekaragaman hayati tahun 2023 di kawasan Gunung Puntang ditemukan 29 jenis sebanyak 190 individu kupu-kupu dari lima famili yaitu Pieridae (5 jenis), Papilionidae (6 jenis), Nymphalidae (13 jenis), Lycaenidae (4 jenis), dan Hesperiidae (1 jenis). Kupu-kupu dengan jumlah individu terbanyak yaitu 14 individu. Jenis satwa yang dilindungi di Wana Wisata Gunung Puntang terdapat 3 jenis yaitu kupu-kupu Raja Helena (Troides helena), burung Elang Ular Bido (Spilornis cheela) dan Burung Alap-Alap Sapi (Falco moluccensis). Ketiga satwa ini termasuk ke dalam daftar satwa yang dilindungi secara Nasional berdasarkan Permen LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 dan secara internasional melalui instrumen CITES. T. helena hampir dapat ditemui di semua ketinggian tempat terutama di ketinggian 200-1.500 m pada berbagai tipe habitat hutan bahkan kadangkadang terlihat di pedesaan dan taman kota. Kupu-kupu ini sering terlihat hinggap lebih lama pada bunga tumbuhan(Nakanishi 2004). Pada umumnya kelimpahan kupukupu betina diketahui lebih banyak dibandingkan dengan kupu-kupu jantan(Corbet 1992). Aktivitas terbang dari kupu-kupu ini sangat tinggi seperti T. amphyrsus dan terkandang juga terlihat sering turun ke cabang-cabang pohon dan semaksemak yang lebih rendah(Butterfly Corner 2015). Kupu-kupu ini tersebar luas, namun lebih menyukai kawasan hutan(Kunte 2006). Walaupun keberadaan populasi alaminya belum mengkhawatirkan dengan status belum terancam punah (Least concerned), namun karena permintaan spesimennya yang tinggi, menyebabkan spesies ini dikategorikan dalam apendiks II CITES yang dilarang untuk diperdagangkan(IUCN 2021). Elang-ular bido dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Crested serpent-eagle. Berdasarkan klasifikasi, Elang-ular bido termasuk Filum: Chordata, Kelas: Aves, Ordo: Falconiformes, Famili: Accipitridae, Subfamili: Circaetinae, Genus: Spilornis, Spesies: Spilornis cheela Latham, 1790 (Lerner, 2005). Elang-ular bido memiliki ukuran tubuh dengan panjang 50–74 cm, rentang sayap 109-169 cm dan berat tubuh 420–1800 gram. Tubuhnya berwarna gelap. Individu dewasa pada bagian atas berwarna cokelat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah berwarna cokelat. Perut, sisi tubuh dan lambungnya berbintik-bintik putih, terdapat garis abu-abu lebar di tengah garis-garis hitam pada ekor. Ciri khasnya adalah kulit kuning tanpa bulu di antara mata dan paruh. Saat terbang terlihat garis putih lebar pada ekor dan garis putih pada pinggir belakang sayap. Individu remaja mirip dengan dewasa, tetapi lebih cokelat dan lebih banyak warna putih pada bulu. Iris mata berwarna kuning, paruh cokelat abu-abu, kaki berwarna kuning. (Prawiradilaga dkk., 2003). Tubuh Alap-alap Sapi berukuran kecil, panjang tubuhnya sekitar 30 cm. Sedikit lebih besar dibanding tubuh Alap-alap Macan. Ciri-ciri burung jantan yaitu tubuh bagian atas berwarna coklat gelap. Mahkota dan tubuh bagian atas memiliki warna kekuningan, bergaris dan bintik hitam tebal. Tubuh bagian bawah kuning suram dengan coretan hitam tebal. Bulu ekor berwarna abu-abu kebiruan, ujung ekor putih dengan garis hitam lebar di sub-terminal. Ciri-ciri burung betina yaitu ukuran tubuh lebih besar dibanding jantan. Iris berwarna coklat, paruh abu-abu kebiruan, ujung hitam, sera kuning. Habitat burung Alap-alap sapi ada di daerah terbuka atau perkotaan dengan pepohonan, kebun-kebun, daerah perkotaan. Ditemukan hinga ketinggian 2.200 m dpl, secara kebetulan pernah tercatat di ketinggian 2.800 m dpl.

Categories
Published

Berpola Pikir Masa Depan Menjadi Pemimpin Transformatif

PENULIS :

  • Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP., M.Si
  • Dr. Beginer Subhan, S.Pi, M.Si
  • Dr. Handian Purwawangsa, S.Hut, M.Si
  • Dr. Dra. Yusalina, M.Si.
  • Dr. Ujang Suwarna, S.Hut, M.Sc
  • Rici Tri Harpi n Pranata, S.Kpm, M.Si
  • drh. Bintang Nurul Iman
  • drh. Mas Taufiqqurrahman
  • Andita Ramadhanti, S.E
  • Nur Fajri Rahmawati, S.P
  • M. Isbayu, A.Md
  • Restu Rahmana Putra, S.E
  • Bintoro Pujo Prawiro, S.Pt
  • Munawaroh, S.E
  • Randi Satria Purnama
  • M. Syarif Hidayatulloh
  • Stendy Nur Taufiq

Ketebalan : 242 Halaman

Ukuran buku : A5 (21 cm x 14,8 cm) Harga : Rp. 100.000,-

ISBN : Dalam proses

Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Minat yaitu suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, akan semakin besar minat. Minat berarti kecenderungan dan kegiatan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat dapat menunjukkan kemampuan untuk memberi stimulasi yang mendorong seseorang untuk memperhatikan orang lain, sesuatu barang atau suatu kegiatan, dan sesuatu yang dapat memberi pengaruh terhadap pengalaman yang telah distimulasi oleh kegiatan itu sendiri.

Categories
Published

Identifikasi dan Pemeteaan Minat Mahasiswa

PENULIS :

  • Dr. Alim Setiawan Slamet, STP., M.Si
  • Dr. Beginer Subhan, S.Pi, M.Si
  • Dr. Handian Purwawangsa, S Hut, MSi.
  • Dr. Dra. Yusalina, M.Si
  • Dr. Ujang Suwarna, S.Hut, M.Sc
  •  Rici Tri Hapin Pranata, S.Kpm, M.Si
  •  drh. Bintang Nurul Iman
  •  Andhita Ramadhanti, S.E
  •  drh. Mas Taufiqqurahman
  • Kresna Bhayu Adelta, S. Pt

Ketebalan : 42 Halaman

Ukuran buku : A5 (21 cm x 14,8 cm) Harga : Rp. 80.000

ISBN : Dalam proses

Perguruan tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan terhadap perkembangan zaman. Program Merdeka Belajar- Kampus Merdeka (MBKM) merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovetif, tidak mengekang dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Program utama yaitu : Kemudahan pembukaan program studi baru, perubahan sistem akreditas perguruan tinggi, kemudahan perguruan tinggi negeri menjadi PTN berbadan hukum, dan hak belajar tiga semester di luar program studi. Kampus merdeka menjadi program persiapan karir yang komprehensif guna mempersiapkan generasi terbaik Indonesia di masa yang akan datang.

Categories
Published

Panduan SDGs Simormawa

PENULIS :

  • Koswara, SE
  • Andita Ramadhanti, SE                       
  • Wirangga, SPi
  •  M. Syarif Hidayatullah
  •  M. Khasanul Khuluq, SPt

Ketebalan : 64 Halaman

Ukuran buku : A5 (21 cm x 14,8 cm) Harga : Rp. 80.000,-

ISBN : Dalam proses

Permasalahan pendidikan terutama pendidikan di daerah terkadang masih cenderung tertinggal. Pendidikan tidak hanya digunakan untuk membina kepribadian manusia tapi juga untuk pembinaan masyarakat. Peningkatan
kualitas masyarakat dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas pendidikan sehingga pendidikan memiliki peran penting dalam membangun sebuah negara. Pendidikan yang bermutu mempunyai tujuan untuk menjamin pendidikan yang berkualitas dan inklusif dalam hal memperoleh kesempatan belajar dan merata bagi semua masyarakat (Raharjo 2016).56

Categories
Published

PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA MAHASISWA BARU

PENULIS :

  • Dr.Alim Setiawan Slamet, S.TP.,M.Si,
  • Dr. Beginer Subhan, S.Pi, M.Si,
  • Dr. Ujang Suwarna, S.Hut, M.Sc, F.Trop,
  • Dr. Handian Purnawangsa, S.Hut, M.Si,
  • Dr. Yusalina, M.Si,
  • Rici Tri Harpin Pranata, S.Kpm, M.Si
  • Rudi Jamil
  • Koswara, S.E
  • M. Khasanul Khuluq, S.Pt,
  • Salsabil Nisa Nurindra Putri

Ketebalan : 44 Halaman

Ukuran buku : A5 (21 cm x 14,8 cm) Harga : Rp. 80.000,-

ISBN : Dalam proses

Pembinaan kesadaran bela negara bagi mahasiswa baru sebagai upaya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara kepada mahasiswa baru demi terwujud sikap dan perilaku bela negara kepada mahasiswa yang mendukung sistem pertahanan negara dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Categories
Published

Membangun Growth Mindset-Panduan 7 Habits

PENULIS :

  • Dr. Beginer Subhan, SPi, M.Si
  • Dr. Alim Setiawan Slamet, STP., M.Si.
  • Lindawati Kartika, SE. M.Si
  • Andhita Ramadhanti, S.E
  • Muhammad Syarif Hidayatulloh
  •  drh. Bintang Nurul Iman
  •  Manarul Fahmj
  •   Putri Oktaviani Cahyano

Ketebalan : 71 Halaman

Ukuran buku : A5 (21 cm x 14,8 cm) Harga : Rp. 120.000,-

ISBN : Dalam proses

Susthable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan rencana aksi global, yang disepakati para pemimpin dunia sejak 2015, termasuk Indonesia. Tujuan utama dari kesepakatan tersebut adalah mengakhiri kemiskinan, mengurangi
kesenjangan dan melindungi lingkungan. Isu SDGs adalah isu keseharian yang dialami masyarakat, namun mekanisme proses dan pencapaian target ambisius SDGs masih belum banyak diketahui secara luas. Pelaksanaan
SDGS di Indonesia dikhawatirkan banyak yang tidak tercapai. Dengan diadakannya kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru diharapkan dapat meningkatkan SDGs poin keempat yaitu pendidikan yang bermutu, dimana jika pendidikan sudah bermutu dapat mendukung SDGs
poin ke delapan (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), poin ke sepuluh (mengurangi ketimpangan), serta poin ke tujuh belas (kemitraan untuk mencapai tujuan) (Cahyadi et al, 2021).

Categories
Published

Saung Astani

PENULIS :

  • Afif Anggun Prasetyo
  • Ambar Lestari
  • Nadiyah Rasyidah
  • Siti Anggi,
  • Surya Dwi Arifin

Ketebalan : 98 Halaman

Ukuran buku : A5 (21 cm x 14,8 cm) Harga : Rp. 100.000

ISBN : Dalam proses

Pertanian sebagai salah satu penyumbang perekonomian terbesar di Indonesia. Pembangunan pertanian yang baik, menjadi kunci suatu Negara akan stabil dalam perekonomiannya. Di era digital seperti saat ini, dunia pertanian dipenuhi dengan isu Revolusi Industri 4.0, dimana pertanian diharapkan dapat melibatkan digital dalam proses pengembangannya. Tujuan Revolusi Industri 4.0 di sektor pertanian adalah meningkatkan produktivitas pertanian secara efektif dan efisiensi.