Categories
Published

Melestarikan Warisan Alam: Monitoring Keanekaragaman Hayati di Gunung Puntang

Judul                      : Melestarikan Warisan Alam: Monitoring Keanekaragaman Hayati di Gunung Puntang

Kepengarangan       : Adi Firmansyah, Tiara Rahmawati, Rihab Stafian Nisa, Prio Prihatomo, Fadhil Nauvaldy Syahran, Rakhma Fatikhatul Muthoh, Riska Septia Widiana, Aufan Asidqi M. Hasbi Ash Shiddiqy

Ketebalan : 60 Halaman
Ukuran Buku A5 (21 cm x 14,8 cm) Harga : Rp. 200.000.

Kawasan Wana Wisata Gunung Puntang, yang berada di bawah pengelolaan Perum Perhutani Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Banjaran, merupakan salah satu hutan wisata unggulan di Jawa Barat dengan luas sekitar 22,61 hektar. Selain menjadi destinasi wisata alam, kawasan ini juga menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, menjadikannya penting untuk dilestarikan sebagai kawasan konservasi. Analisis vegetasi terbaru di Gunung Puntang menemukan 33 jenis semai dan tumbuhan bawah, dengan indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,66, indeks kemerataan (E) 0,76, dan indeks kekayaan (Dmg) 4,39. Kawasan ini juga mengandung 47 jenis tumbuhan obat, di mana 13 di antaranya tercatat dalam *Red List* IUCN, menandakan status konservasi yang memerlukan perhatian lebih. 

Tak hanya flora, Gunung Puntang juga menjadi surga bagi burung-burung eksotis. Pada tahun 2024, indeks keanekaragaman burung (H’) mencapai 3,42, angka tertinggi dalam empat tahun terakhir. Burung Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster) mendominasi populasi burung di kawasan ini dengan persentase sebesar 8,26%. Meski sebagian besar spesies burung di Gunung Puntang tergolong dalam kategori *Least Concern* menurut IUCN, beberapa spesies seperti Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) dan Elang-Ular Bido (Spilornis cheela) mendapatkan perlindungan khusus melalui Permen LHK dan Appendix II CITES.

Selain burung, kawasan ini juga menjadi rumah bagi 33 jenis kupu-kupu dari 5 famili, di mana famili Pieridae mendominasi dengan 15 jenis. Kupu-kupu Jezebel (Delias belisama) menjadi spesies dengan nilai dominansi tertinggi. Indeks keanekaragaman kupu-kupu di Gunung Puntang mencapai 3,37 dengan indeks kekayaan sebesar 5,97, dan indeks kemerataan (E) 0,96 menunjukkan populasi yang seimbang. Beberapa spesies kupu-kupu, seperti Troides Helena dan Troides cuneifera, dilindungi baik secara nasional melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maupun secara internasional melalui CITES dalam kategori Appendix II. 

Dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa, Gunung Puntang tidak hanya menawarkan keindahan alam untuk dinikmati, tetapi juga menekankan pentingnya upaya konservasi agar kekayaan flora dan fauna di kawasan ini tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *